Purehazel’s Weblog

Writing and sharing about everything in busy days…

Museum Tsunami Aceh June 5, 2011

Masuk ke dalam Lorong Tsunami, membuat perasaan saya tercekam. Penerangan di dalam sangat redup. Dengan diiringi lantunan  ayat ayat suci Al Quran, peraasaan saya berdebar debar, miris, sedih berjalan bergandengan tangan dengan Ibu saya menyusuri lorong tsunami. Dinding hitam di kanan kiri  yang menjulang tinggi, dipenuhi air mengalir dan membuat efek hujan rintik rintik menambah suasana hati menjadi tidak menentu. Rasa penasaranpun juga muncul, ingin tahu seperti apa di dalam museum Tsunami. Lorong gelap ini memang di disain agar pengunjung dapat merasakan efek bencana tsunami yang dahsyat sehingga merenggut nyawa sebanyak lebih dari 200.000 jiwa.Lorong Tsunami merupakan pintu masuk setelah kami melewati lobby museum.

"Museum Tsunami"

Museum Tsunami

Di akhir lorong, kami menuju Memoriam Hall yang berisi beberapa standing monitor, berisikan informasi dan gambar-gambar yang merekamkejadian di berbagai daerah di Aceh. Informasi disajikan dalam bentuk photo slide.

Memoriam Hall

 

 

 

 

 

 

 

 

Dinding nama korban Tsunami Aceh

Masuk lebih dalam lagi, kami dituntun ke dalam ruangan melingkar yang dindingnya di penuhi tulisan nama nama korban tsunami yang berhasil diidentifikasi. Ruangan ini disebut dengan sumur doa atau Chamber of Blessing. Begitu banyak nama nama yang terpasang pada seluruh sisi dinding dengan penerangan yang redup. Rangkaian Nama-nama ini membuat saya otomatis mendongakkan kepala ke atas, karena ruangan melingkar ini menjulang tinggi membentuk tiang cerobong atau sumur. Bagian atas cerobong yang cukup tinggi, ada sinar terang menerangi tulisan arab berlafalkan Allah. Light of God. Sungguh mengingatkan hubungan manusia dengan Allah sang pencipta.

"Chamber of Blessing"

Chamber of Blessing

Keluar dari ruangan, kami melintasi jalanan yang melingkar. Lorong ini mencerminkan alur ombak yang meliuk liuk. Lorong  melingkar ini disebut dengan Lorong Bingung. Disebut demikian untuk menggambarkan bahwa masyarakat Aceh pada saat itu sangat kebingungan dan galau menghadapi bencana tsunami dan mencari sanak saudara yang hilang. Semua bagian bangunan di dalam museum ini sarat dengan symbol dan makna. Disain museum ini juga sarat dengan konten lokal. Tarian saman sebagai cerminan Hablumminannas (konsep hubungan antar manusia dalam Islam), melambangkan kekompakan dan kerjasama antara manusia  tertuang dalam relief yang membungkus bangunan eksterior museum.

Setelah melewati lorong lorong gelap, di depan kami mulai terlihat cahaya terang dan terbentang jembatan panjang, Jembatan Perdamaian. Bagian atas jembatan terdapat bendera bendera berbagai Negara yang memberikan bantuan kepada Aceh. Setiap bendera menuliskan kata “Damai” dengan bahasa negara nya masing-masing, seperti Paz, Peace, Fred, Vrede, Pace, Paix. Sangat Indah.  Jembatan perdamaian menuntun kami ke lantai 2.

Jembatan Perdamaian

Jembatan Perdamaian

 Di lantai 2 terdapat miniatur bangunan musem, lobby, dan beberapa set kursi. Pada bagian kanan lobby, terdapat ruang audiovisual yang memutarkan film peristiwa gempa tsunami Aceh. Sayang, kami tidak sempat masuk ke dalamnya. Disebelah ruangan ini terdapat ruangan yang berisi rekam jejak kejadian Tsunami 2004. Banyak terdapat foto-foto yang menggambarkan daerah di Aceh pasca tsunami dan pada saat kejadian tsunami.

Gambar cetakan langkah kaki pada lantai membawa pengunjung ke lantai paling atas. Di lantai atas berisi media-media pembelajaran berupa perpustakaan, ruang peraga, ruang 4D (empat dimensi), dan toko suvenir. Di lantai ini, informasi yang kami dapatkan adalah kita dapat merasakan gempa dengan berbagai tingkat kekuatan di ruangan simulasi gempa atau shaking table.

Kami sangat menikmati suasana dan ‘suguhan’ selama berada di dalam museum tsunami. Siapapun yang datang ke Aceh, harus mengunjungi museum ini. Museum ini dibangun agar berfungsi sebagai:

1. Objek sejarah, dimana museum tsunami akan menjadi pusat penelitian dan pembelajaran tentang bencana tsunami.

2. Simbol kekuatan masyarakat Aceh dalam menghadapi bencana tsunami.

3. Warisan kepada generasi mendatang di Aceh dalam bentuk pesan bahwa di daerahnya pernah terjadi tsunami.

4. Upaya mengingatkan bahaya bencana gempa bumi dan tsunami yang mengancam wilayah Indonesia. Indonesia terletak di Ring of Fire atau “Cincin Api” Pasifik, sabuk gunung berapi, dan jalur yang mengelilingi Basin Pasifik. Wilayah cincin api merupakan daerah yang sering diterjang gempa bumi yang dapat memicu tsunami.

Lantai 1 Museum Tsunami

Desain megah “Rumoh Aceh” as Escape Hill merupakan karya M Ridwan Kamil yang memenangkan sayembara lomba desain Museum Tsunami Aceh. Desain ini mengalahkan 68 desain yang memenuhi seluruh persyaratan yang sudah ditetapkan panitia dari total 153 karya. Bangunan terdiri dari 3 lantai. Lantai 1 merupakan area terbuka dengan kolam luas di dalamnya. Interior nya unik, di sepanjang sisi kolam terdapat batu putih berbentuk bola yang dapat berfungsi sebagai tempat duduk. Di setiap bola batu tertulis nama negara-negara yang membantu kota ini saat dilanda tsunami 26 desember 2004 berkekuatan 8.9 SR.

“Rumoh Aceh” as Escape Hills  merupakan konsep dari rumah panggung, rumah tradisional Aceh.  Bagian atas (dilihat dari maket) berbukit diselimuti rumput hijau seperti taman difungsikan sebagai tempat berlindung, antisipasi  jika terjadi bencana  banjir dan tsunami. Jadi konsep keseluruhan menggabungkan konsep bukit untuk menyelamatkan diri, analogi amukan gelombang tsunami, tari tradisional saman, cahaya ALLAH serta taman terbuka sebagai konsep masyarakat urban.

Diorama Museum Tsunami

Letak Museum Tsunami Aceh yaitu berada di kota Banda Aceh , kira-kira 1 km dari Masjid Raya Banda Aceh. Sebelum museum dibangun, dulunya adalah kantor Dinas Peternakan Aceh. Museum ini bersebelahan dengan Kerkhoff Peutjut, di jalan Sultan Iskandarmuda dan berhadapan dengan lapangan Blang Padang.

Jalan-jalan ke Aceh, jangan lupa kunjungi Museum Tsunami. Ingat ya, jangan hari Jumat, karena pada hari itu Museum tutup.

*Informasi dari berbagai sumber*

 

Jadah Manten May 18, 2011

Filed under: Jalan Jalan — SanthiS @ 9:11 am
Tags: , , , , , , , ,

20110517-075940.jpg

Sewaktu di Jogja, saya disuguhi jajan pasar, namanya Jadah Manten. Kue ini konon kue yang asalnya dari keraton. Rasanya gurih, mirip dengan rasa kue Semar Mendem ( artinya Semar Mabuk). Bagi yang belum kenal Semar Mendem , jajanan ini sejenis Lemper yang tidak dibungkus dengan daun, melainkan dengan dadar telur atau “crepe”. Nama-namanya cukup unik ya, pastinya ada sejarah di balik pemberian nama-nama tersebut.

Bahan bahan untuk membuat Jadah Manten yaitu Beras ketan, telur, daging cincang (bisa daging ayam atau daging sapi), santan. Sedangkan bumbu dapur yang dipakai adalah Jeruk Purut, Pandan, Daun Salam, Kemiri, Jintan, Gula Merah, Garam. Bentuk jadah manten biasanya bulat, berisi daging cincang yang telah dibumbui, lalu dibungkus oleh dadar telur. Sebelum dipanggang, kue ini biasanya dijepit oleh bambu yang dibelah, bagian atasnya diberi sedikit daun pepaya, lalu diolesi areh. Areh merupakan santan kental yang sudah direbus. Kue dipanggang sampai areh agak kering, lalu disajikan. Karena dipanggang dan diberi areh, yang membuat aroma dan rasa lebih gurih pada jajanan pasar bernama Jadah Manten. Foto jadah manten yang saya masukkan di blog ini, disajikan tanpa ‘jepitan’ bambu. Yuuk kita lestarikan kue tradisional Indonesia.

 

Ereveld Candi October 19, 2010

Teriknya matahari Semarang tidak menyurutkan langkah saya untuk melihat Taman Makam Kehormatan Belanda atau Ereveld yang terletak di kawasan Candi. Pada bulan Maret 1947, pemakaman Ereveld Candi ini diberi nama Ereveld Tillman.Pemerintah Indonesia merubah nama tersebut menjadi Ereveld Tjandi pada tahun 1967. Diberi nama Tjandi karena letak pemakaman ini ada di daerah Candi-Semarang, di Jalan Taman Jenderal Soedirman. Ereveld Candi merupakan salah satu dari dua Ereveld yang berada di Semarang, yaitu Ereveld Kalibanteng.

Pagar hitam dengan tulisan EREVELD CANDI berwarna emas menyambut peziarah, di kanan kiri gerbang terdapat dua dinding batu. Dinding sebelah kiri terpasang lambang salib hitam dengan helm prajurit berwarna emas. Dinding batu sebelah kanan terpasang lambang obor hitam dan api emas. Pemakaman sangat rapi, jalan masuk berbatu kerikil putih   dengan bunga-bunga di kanan kiri menuju Salib Putih besar di atas batu hitam yang dibawahnya tertulis “For Security and Justice”

Di Ereveld ini, tentara-tentara KNIL (Koninklijk Nederlandsche Indische Leger) dimakamkan karena gugur pada pertempuran Perang Dunia II di Jawa. Mereka yang meninggal di Luar Jawa, seperti Palembang dimakamkan kembali di Ereveld Candi pada tahun 1967.Sedangkan tahun 1968, dilaksanakam Pemakaman kembali tentara KNIL yang sudah dimakamkan di Makassar. Kurang lebih ada 1.100 jenazah yang dimakamkan di Ereveld Candi.

Semoga arwah para prajurit tenang di sisi MU.

 

… May They Rest in Peace… October 18, 2010

Suasana Kedamaian dan ketenangan sudah terasa ketika saya masuk ke dalam Ereveld Kalibanteng – Taman makam kehormatan Belanda- yang sudah ada sejak April 1949 yang terletak di jalan Siliwangi Semarang. Dahulu, jalan siliwangi ini bernama Grootepostweg.

Di Asi Pasifik, Ereveld Belanda tersebar di Thailand, Myanmar, Singapura, Korea, Hongkong, dan Australia.

Sedangkan di Indonesia, ada 7 peninggalan pemakaman Belanda:

  1. Ereveld Menteng Pulo – Jakarta
  2. Ereveld Ancol – Jakarta
  3. Ereveld Pandu – Bandung
  4. Ereveld Leuwigajah – Cimahi
  5. Ereveld Kalibanteng – semarang
  6. Ereveld Candi – Semarang
  7. Ereveld kembang Kuning – Surabaya

Menginjakkan kaki di halaman pemakaman yang di desain segitiga terhampar luas nisan-nisan yang berjajar teratur, di halaman depan terdapat beberapa pohon beringin yang sudah sangat tua dan membuat rindang pemakaman ini. Yang menarik pandangan saya adalah pemakaman ini di pagari oleh sungai, semua area yang diselimuti rumput hijau, kursi taman di bawah pohon tua yang rindang, keadaan yang sangat tenang, it is heaven! Di sebagian area di tanaman teh-tehan yang rendah dan pohon pohon cemara ini sangat bersih dan terawat baik.

Ereveld ini terbagi menjadi area Barat dan Timur, di batasi dengan jalan pavement yang kanan kiri nya ditanami bunga berwarna warni cantik. Area sebelah barat adalah makam khusus perempuan, sedangakn area timur adalah makam khusus pria. Disamping pemakaman perempuan, terdapat dinding dinding batu yang diatasnya berjajar lambang-lambang Zodiak yang diselingi dengan pot-pot tanaman.  Diujung jalan ini terdapat beberapa patung perunggu yang dibuat untuk menghormati korban perang.

Terdapat 4 monument yang dibangun di dalam pemakaman ini :

  1. The monument of “Hun Geest Heeft overwonnen”
  2. The monument of de Onbekende Vrouw 1942-1945
  3. The monumenr of Jongenskampen
  4. Monument for the all victims of war.

Selintas melihat banyaknya makam perempuan, sepertinya jumlah makam perempuan lebih banyak dibanding makam pria. Pada bagian tegah terdapat makam khusus anak-anak. Di bawah nisan-nisan yang terjajar rapi, terbaring jasad-jasad korban Perang Dunia II ketika Jepang menduduki Indonesia tahun 1942-1945. Mereka merupakan saksi bisu dari kejahatan perang. Perang telah merenggut banyak korban: perempuan, laki, tua, muda, dan juga anak-anak. Mereka yang terbaring di sini tidak memandang kepada salah satu agama. Kurang lebih 25,000 jenazah dimakamkan di pemakaman ini adalah campuran antara  tentara dan masyarakat umum. 

Pada tahun 1946 – 1950 pemakaman diatur oleh Biro pemakaman Militer dari KNIL (Koninklijk Nederlandsche Indische Leger) . Semua pemakaman belanda yang tersebar di seluruh Indonesia (Makassar, Balikpapan, Tarakan, dan Palembang) dipusatkan di Jawa pada awal tahun 1960. Pada tahun 1960 ini dilakukan pemakaman kembali. Semua ereveld di Indonesia diurus dan dipelihara oleh sebuah yayasan bernama oorlogsgraven Stichting dengan semboyan Opdat Zij Met eere Mogen Rusten (So That They May rest In Honor)

Saya berdoa, semoga semua korban kejahatan perang ini dapat beristirahat dengan tenang, setenang pemakaman  Ereveld Kalibanteng.

**Semua foto-foto yang saya buat di Erevleld Kalibanteng ini tidak utuk kepentingan komersial**

 

 

Rosella yang Menyehatkan October 8, 2010

Tanaman Rosella yang bahasa latinnya adalah Hibiscus sabdariffa memiliki nama-nama lain, berbeda di setiap"Rosella" daerah/wilayah :

  • Inggris : Roselle
  • Kamboja : Slok chuu
  • Perancis : Oseille Rouge
  • Thailand : Krachiap- daeng, phakkengkeng

Di Indonesia, sebutan Rosella juga bermacam-macam:

  • Jawa Barat : Gamet Walanda
  • Jawa Tengah : Mrambos
  • Maluku : Roriha
  • Melayu : Asam Paya atau Asam Susur

Tanaman perdu ini tinggi nya bisa mencapai 3 m.  Perkembangbiakan tanaman Rosella yaitu secara generatif, yaitu dengan biji. Tanaman mulai berbunga pada usia 2-3 bulan, dan kelopak Rosella mulai dapat dipanen pada bulan ke 5-6 setelah penanaman bibit. Bunga Rosella merupakan bunga tunggal yang tumbuh di ketiak daun. Bagian kelopak terdiri dari delapan sampai sebelas daun kelopak yang berbulu, panjangnya 1 cm, pangkalnya saling berlekatan dan berwarna merah. kelopak bunga ini sering dianggap sebagai bunga oleh masyarakat. Bagian inilah yang sering dimanfaatkan sebagai makanan dan minuman.

Awalnya, tanaman rosella berasal dari Afrika barat lalu berkembang ke Amerika dan India. Kemudian barulah masuk ke Asia khusunya Asia selatan, Thailand, China, dan Indonesia.

Nilai Gizi Rosella

Rosella yang cantik ini memiliki kandungan Vitamin C, vitamin A, Protein, Kalsium, dan unsur-unsur lain yang berguna bagi tubuh kita. Kandungan flavonoid dan asam askorbat yang terkandung di dalam Rosella merupakan antioksidan yang berperan penting dalam tubuh. Antioksidan dalam tubuh berfungsi menetralkan radikal bebas yang berbahay bagi tubuh. Antioksidan dapat mencegah terjadinya gangguan kesehatan akibat radikal bebas , seperti:

  1. Penyakit jantung koroner
  2. Penuaan dini
  3. Peradangan
  4. Peradangan
  5. Diabetes
  6. dll

Manfaat Rosella

Apakah manfaat Rosella? Bunga Rosella dapat mengatasi berbagai penyakit yaitu:

  • Menurunkan asam urat (gout)
  • Melancarkan buang air kecil (diuretic)
  • Membantu menurunkan darah tinggi (hypertensi)
  • Menurunkan kolesterol
  • Meningkatkan daya tahan tubuh
  • Memperbaiki pencernaan

Pengolahan Rosella

Setelah kelopak dipanen dan dikeluarkan bijinya, Rosella dikeringkan sampai kadar airnya cukup rendah. Pengeringan dapat dilakukan dengan cara :

  • Diangin-anginkan/dijemur di bawah sinar matahari, atau
  • Oven

Herbal atau tanaman obat yang sudah dikeringkan ini disebut Simplisia"Simplisia Rosella"

Simplisia rosella dapat diolah lebih lanjut menjadi Rosella Tea atau Teh Rosella, manisan, Sirup, Selai , dan pangan fungsional lainnya.

Sedangkan bagian biji, daun, batang tanaman yang berwarna merah dan mengandung serat, belum tersentuh dan dimanfaatkan lebih lanjut. Seharusnya semua bagian tanaman Hibiscus sabdariffa dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomis.

Ayo mulai menanam Rosella..!

 

Klenteng Tay Kak Sie September 18, 2010

Berjalan ke daerah pecinan di Semarang, yaitu ke Gang Lombok, anda akan disambut dengan Bangunan Antik Klenteng yang bernama Tay Kak Sie.

Bangunan klenteng ini sangat cantik dengan ornamen-ornamen khas Cina dan dengan dominasi warna merah dan kuning, juga lampion-lampion merah yang terpasang. Demikian pula dengan atap nya penuh dengan hiasan ornamen Naga. Sungguh antik!

Klenteng yang kurang lebih didirikan pada tahun 1746 ini pada awalnya hanya untuk memuja Yang Mulia Dewi Welas Asih, Kwan Sie Im Po Sat. Klenteng ini kemudian berkembang menjadi klenteng besar yang juga memuja berbagai Dewa-Dewi Tao.

Nama Tay Kak Sie tertulis pada papan nama besar di pintu masuk Kelenteng, dengan catatan tahun pemerintahan Kaisar Dao Guang (Too Kong dalam bahasa Hokkian) 1821 – 1850 dari Dinasti Qing (Cing dalam bahasa Hokkian) adalah nama yang berarti “Kuil Kesadaran Agung”.

Klenteng Tay Kak Sie mempunyai dewata tuan rumah yaitu Guan Yin Pu Sa (Kwan Iem Po Sat). Selain itu, Klenteng Tay Kak Sie merupakan klenteng terbesar (dalam arti banyaknya dewata) di kota Semarang. Dewa-Dewi yang dipuja di kelenteng ini antara lain:

1. Sam Koan Tay Te , 2. Kwan Im Po Sat, 3. Sam Po Hud (Sakia Mo Ni Hud,O Mi To Hud, Yo Su Hud), 4. Thian Siang Seng Boo / Tian Shang Sheng Mu, 5. Sam Po Tay Jin (Sam Po Kong), 6. Cap Pwee Lo Han, 7. Po Seng Tay Te, 8. Seng Hong Lo Ya, 9. Kong Tik Cun Ong, 10. Te Cong Po Sat

Di dalam bagian klenteng terdapat patung seorang pria tua yang sedang memancing di dalam kolam teratai. Menurut sumber, pria itu dilambangkan sebagai seorang Jenderal dari Cina yang memiliki ilmu kesaktian yang hebat, sehinga pada saat memancing tidak membutuhkan umpan atau kail tapi hanya memakai seutas benang.

sebenarnya klenteng ini merupakan rumah peribadatan bagi umat Tridharma, yaitu Kong Hu Cu, Buddha dan Taoisme sehingga penggunaan hio menjadi sangat dominan karena ketiga agama tersebut memang menggunakan sarana hio untuk beribadah.

Pada saat saya datang, seorang pendeta wanita memakai gaun putih panjang tampak tengah melakukan sebuah ritual. Wanita itu menabuh bebunyian sambil membacakan doa dan memandu pengunjung atau peziarah yang datang untuk sembahyang.

Menurut salah seorang pengurus klenteng, masa ramai klenteng adalah setiap tanggal 1 ( Che It ) dan 15 ( Cap Go ) , dibulan 1 ( Cia Gwee ) pada perayaan imlek, serta saat perayaan kedatangan Cheng Ho yang diperingati pada bulan 6 tanggal 29 atau 30 kalender Imlek.

Sebenarnya,  klenteng Tay Kak Sie pada awalnya adalah klenteng ‘pindahan’ dari klenteng Kwan Im Ting di daerah Gang Belakang. Kalau dibandingkan, klenteng Tay Kak Sie memang tidak sebesar dan semegah klenteng Sam Poo Kong. Usia keduanya juga terpaut jauh, tetapi bentuk klenteng tsb tetap dipertahankan seperti aslinya sejak selesai dibangun tahun 1772 hingga sekarang. Begitu pun dengan perlengkapan klenteng yang kebanyakan didatangkan langsung dari negeri Tiongkok. Sedangkan dana yang dibutuhkan untuk pembangunan klenteng berasal dari sumbangan masyarakat Tionghoa. Menurut Pengurus Klenteng, klenteng tsb telah beberapa kali direnovasi untuk memperbaiki bagian-bagian yang rusak dan mempercantik bagian-bagian lainnya. Pada tahun 1845, dengan dana yang dikumpulkan dari sumbangan masyarakat, dilakukan pemugaran Tay Kak Sie sekaligus mendirikan Kong Tik Su (rumah abu) di samping klenteng, bangunan ini sebenarnya juga sudah dapat dikatakan sebagai situs budaya, tetapi dana untuk memelihara klenteng biasanya didapat dari sumbangan para donatur Tionghoa dan hasil penjualan alat-alat ibadah yang dijual oleh pengurus klenteng.

Di depan klenteng ini terdapat replika kapal laksamana Cheng Ho yang bersebelahan dengan Klenteng Kong Tik Soe.

Tempat ini wajib untuk dikunjungi jika anda berjalan-jalan di Semarang 🙂

*dari berbagai sumber

 

Tea Quotes May 30, 2010

Filed under: QuoTea : Tea Quotes — SanthiS @ 6:54 pm
Tags: , , ,

 

I love tea ! What would the world without tea? 🙂

Tea brightens mornings, Tea warms the nights…

Here I collected famous tea quotes or Tea Wisdom….enjoy reading, while sipping the tea 🙂

  • Women are like teabags; we don’t know our true strengths until we are in hot water | Eleanor Roosevelt  (1884-1962)
  • Ecstasy is a glass of tea and a piece of sugar in the mouth | Alexander Pushkin (1799-1837)
  • If you are cold, tea will warm you. If you are too heated, it will cool you. If you are depressed, it will cheer you. If you are excited, it will calm you | William Gladstone (1809-1898), British Prime Minister
  • Tea is drunk to forget the din of the world | Tien Yiheng, Chinese Poet
  • If this is coffee, bring me tea. But if this is tea, please bring me coffee | Abraham Lincoln (1809-1865)
  • What would the world do without tea? how did it exist? | Sydney Smith (1771-1845), English writer and clergyman
  • It has a strange influence over mood, a strange power of changing the look of things, and changing it for the better, so that we can believe and hope and do under the influence of tea what we should otherwise give up in discouragement and despair | The Lancet, London, 1863
  • There are few hours in life more agreeable than the hour dedicated to ceremony known as afternoon tea | Henry James (1843-1916)

 

  • Drink a lot of Tea and it will restore your spirits to full strength | Eisai
  • Drink Tea and make friends | Chinese Proverb
  • Coffee isn’t my cup of tea | Samuel Goldwyn

Angel came down

From heaven yesterday,

Stayed with me just long enough

for afternoon tea

and she told me a story yesterday;

About the sweet Love

Between the moon and the deep blue sea | Jimi Hendrix

  • Drinks your tea slowly and reverently, as if it is the axis which the world Earth revolves-slowly, evenly, without rushing toward the future | Thich Nat Hahn